Senin, 29 Januari 2018

TINDAKAN SOSIAL, INTERAKSI SOSIAL, KONTAK SOSIAL DAN KOMUNIKASI



TINDAKAN SOSIAL
1.      Pengertian
Tindakan adalah perbuatan seseorang baik untuk dirinya maupun bukan untuk dirinya dengan tujuan tertentu. Dalam hal ini tindakan merupakan perilaku manusia yang mempunyai makna subyektif bagi pelakunya.
Misalnya,  seorang gadis yang sedang menyanyi di kamar ganti sekedar mengusik kesepian dirinya sendiri, atau seorang siswa yang sedang mengkhayalkan impian masa depannya secara diam-diam.
Tidak semua tindakan manusia digolongkan sebagai tindakan sosial. Tindakan seseorang baru dianggap tindakan sosial manakala yang dilakukannya berkaitan dengan orang lain. Dengan demikian, tindakan sosial diartikan sebagai suatu perbuatan atau aktivitas seseorang yang ditujukan pada atau dipengaruhi oleh orang lain.
Misalnya, seorang pemuda memberikan ciuman kepada sahabatnya yang berulang tahun. Tindakan memberikan ciuman tersebut merupakan tindakan sosial. Contoh lain, tindakan seorang guru menegur siswanya yang tidak berseragam, agar berseragam. Tindakan menergur siswa yang dilakukan guru tersebut merupakan tindakan sosial.
Max Weber (1864-1920) berpendapat bahwa tindakan sosial merupakan tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu-individu lainnya dalam masyarakat. Dalam perkembangan selanjutnya, tindakan sosial merupakan dasar dalam proses terjadinya interaksi sosial.
2.      Macam-macam tindakan sosial
Tindakan sosial dapat dibedakan ke dalam empat macam, sebagai berikut:
(1)      Tindakan subyektif yaitu tindakan yang sengaja dilakukan untuk mencapai tujuan dan orang lain tidak mengerti sedangkan yang dapat memahami adalah orang yang melakukan.
Contoh:Berdoa dengan khusyuk memohon kepada Tuhan agar sukses ujian.
(2)      Tindakan obyektif yaitu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dan dapat dipahami oleh orang lain.
Contoh:Makan bersama dalam suatu pesta Ulang Tahundi suatu tempat.
3.      Tipe-tipe tindakan sosial
Tipe-tipe tindakan sosial dapat dibedakan sebagai berikut:
(1)      Tindakan Rasional Instrumental, adalah tindakan yang dilakukan seseorang dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan tujuan yang akan dicapai.
Tindakan sosial ini dilaksanakan dengan pertimbangan dan pilihan secara sadar.
Contoh:    a.  Tindakan siswa memilih jurusan di perguruan tinggi.
                b.Tindakan ibu berbelanja barang di pasar.
(2)      Tindakan Rasional berorientasi Nilai, adalah tindakan yang bersifat rasional dan memperhitungkan manfaatnya.
Tujuan yang hendaknya dicapai tidak terlalu diperhitungkan, yang dipersoalkan adalah cara/proses untuk mencapai tujuan.
Contoh: pelaksanaan ibadah suatu agama. Orang umumnya tidak meragukan arti pentingnya tindakan beragama, namun yang lebih diperhatikan adalah cara melaksanakan tindakan beragama, seperti berdoa bersama, tidak mendendam kepada orang lain, bersedekah kepada fakir miskin.
(3)      Tindakan Tradisional, yaitu tindakan sosial yang tidak mengutamakan pertimbangan rasional dimana tujuan dan prosedur tidak diperhitungkan oleh si pelaku, yang diperhitungkan/dipertimbangkan adalah tradisi kebiasaan, adat istiadat sosial yang sudah baku.
Contoh: Hormat kepada orang tua dengan mencium tangannya.
(4)      Tindakan Afektif, yaitu tindakan yang sebagian besar dikuasai oleh emosi/perasaan. Tindakan ini tergolong sebagai tindakan yang tidak mengutamakan pertimbangan rasional.
Contoh: Menangis karena sedih ditinggal pergi kekasihnya.
Ke-empat tindakan sosial tersebut memiliki kesamaan, yaitu dilakukan dengan memperhitungkan keberadaan orang lain, serta dilakukan secara sadar oleh aktor. Namun ke-empat tindakan sosial itu juga memiliki perbedaan satu dengan yang lain.

Perbedaan tindakan-tindakansocial di atas, sebagai berikut.
Tipe Tindakan Sosial
Tujuan
Kesesuaian Cara dan Tujuan
Tindakan rasional instrumental
1
1
Tindakan rasional berorientasi nilai
2
1
Tindakan tradisional
2
2
Tindakan afektif
2
2
Keterangan:
1    =    keputusan diambil oleh aktor (pelaku) sebagai hasil perhitungan.
2    =    keputusan diambil tidak atas dasar hasil perhitungan aktor.




Interaksi Sosial
1.      Pengertian.
Interaksi sosial adalah:
(1)      Hubungan timbal balik antara individu, individu dengan kelompok, kelompok dengan kelompok atau kelompok dengan individu untuk memecahkan masalah yang dihadapinya sehingga tercapai tujuannya.
(2)      Proses saling mempengaruhi pikiran maupun tindakan orang-orang yang berhubungan, baik dalam bentuk kerjasama, persaingan, maupun pertikaian.
(3)      Proses pengaruh timbal balik melalui berbicara atau tukar menukar tanda yang dapat menimbulkan perubahan perasaan kesadaran, pikiran.
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa individu atau kelompok bekerjasama atau berkonflik, melakukan interaksi baik formal maupun tidak formal, langsung atau tidak langsung. Contoh, debat antara para calon wali kota dalam memperebutkan kursi wali kota (hubungan konflik), kerjasama antara anggota tim basket dalam sebuah pertandingan (hubungan kerjasama), diskusi antara kepala sekolah dengan para guru dalam rapat pleno guru (hubungan formal), tawar menawar antara penjual dengan pembeli di pasar (hubungan informal).
Menurut Charles P.Loomis, mengatakan bahwa sebuah hubungan dapat disebut interaksi sosial jika memenuhi ciri-ciri berikut :
1)      Jumlah pelaku dua orang atau lebih.
2)      Adanya komunikasi antar pelaku dengan menggunakan simbol atau lambang.
3)      Dilaksanakan dengan pola sistem tertentu dalam suatu dimensi waktu yang meliputi masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
4)      Adanya tujuan yang jelas yang hendak dicapai sebagai hasil dari interaksi tersebut.
2.      Jenis-jenis Interaksi Sosial
Jenis-jenis interaksi sosial, meliputi:
(1)   Interaksi antara individu dengan individu.
      Individu yang satu memberikan pengaruh kepada individu lainnya, sebaliknya individu yang terkena pengaruh memberikan reaksi/respons.Wujud interaksinya bisa dalam bentuk berjabat tangan, saling menegur.
(2)   Interaksi antara individu dengan kelompok.
      Seorang individu berinteraksi sosial dengan kelompok.
Contoh: seorang guru mengajar di kelas.
(3)   Interaksi antara kelompok dengan kelompok.
Interaksi jenis ini terjadi pada kelompok sebagai satu kesatuan, bukan sebagai pribadi-pribadi anggota kelompok yang bersangkutan.
        Contoh: ~Pertandingan sepakbola antara Persema melawan Persija.
               ~KTT Non Blok.
           Adapun pola-pola yang melandasi interaksi sosial harus memenuhi beberapa syarat, seperti:
(1)            Tujuannya jelas;
(2)            Kebutuhan yang jelas dan bermanfaat;
(3)            Berdayaguna dan berhasil guna;
(4)            Sesuai dengan kaidah-kaidah sosial yang berlaku.
Apa hubungan tindakan sosial dengan interaksi sosial?
Hubungan antara tindakan sosial dengan interaksi sosial ialah bahwa suatu tindakan belum tentu menghasilkan interaksi sosial.
Misalnya tindakan seorang yang sedang menyanyi di kamar mandi sekedar menghibur dirinya sendiri.
Tetapi jika terjadi interaksi sosial berarti pasti sudah ada tindakan sosial. Disini berarti interaksi sosial terjadi karena adanya hubungan timbal balik antara individu-individu yang berupa tindakan (aksi) dan tanggapan (reaksi) antara kedua pihak yang berinteraksi.Tanpa tindakan, hubungan timbal balik tidak mungkin terjadi.Jadi, disini tindakan sosial merupakan syarat yang harus ada bagi terwujudnya interaksi sosial.
Dasar-dasar proses terjadinya interaksi sosial untuk menciptakan keteraturan harus berdasarkan hal-hal sebagai berikut:
1)      Kebutuhan yang nyata, artinya interaksi dijadikan kebutuhan lahir dan batin manusia.
2)      Efisiensi, artinya interaksi merupakan alat mempererat pergaulan manusia.
3)      Efektifitas, artinya interaksi dimaksudkan untuk mencapai tujuan hidup sesuai dengan nilai sosial (nilai adalah gagasan mengenai apakah suatu pengalaman itu berarti atau tidak berarti).
4)      Penyesuaian dengan kaidah-kaidah yang berlaku, artinya melalui interaksi manusia dapat mengenal norma-norma sosial yang menjadi patokan tingkahlaku.
5)      Penyesuaian diri pada kebenaran, artinya interaksi mendekatkan manusia pada nilai-nilai yang dialami dan dibenarkan oleh masyarakat.
6)      Tidak memaksakan seseorang baik secara fisik maupun mental, artinya dalam berinteraksi seseorang tidak boleh memaksakan keinginannya terhadap orang lain.

 

Kontak Sosial
Kontak sosial adalah aksi individu atau kelompok dalam bentuk pesan atau aksi yang memiliki makna dan tujuan serta dapat dimengerti oleh pemberi maupun penerima, dan penerima akan membalas aksi dengan reaksi.
Berikut ini macam-macam kontak sosial.
Ø  Berdasarkan caranya, kontak sosial dibedakan:
a.       Kontak langsung, ada kehadiran para pihak secara fisik.
Contoh: berbicara, tersenyum.
b.      Kontak tidak langsung, terjadi melalui media atau perantara tertentu.
Contoh:   - kontak melalui pesawat telepon.
-kontak pilihan lagu pendengar melalui radio
Ø  Berdasarkan tingkat hubungannya, kontak sosial dibedakan:
a.       Kontak primer, pihak pertama menyampaikan pesannya kepada pihak kedua secara langsung tanpa perantara.
Contoh:   - saat wawancara;
               - saat berjabat tangan.
b.      Kontak sekunder, pihak pertama menyampaikan pesannya kepada pihak kedua melalui:
a)      Perantaraan pihak ketiga, atau;
b)      Mempergunakan alat bantu.
Contoh: Tuti bercakap-cakap dengan temannya melalui telepon.
Ø  Berdasarkan bentuknya, kontak sosial dibedakan:
a.       Kontak individu dengan individu.
Contoh: anak kecil mencontoh tingkah laku ibu atau bapaknya.
b.      Kontak antara individu dengan kelompok.
Contoh: guru tari melatih murid-muridnya sehingga terjadi persamaan gerak diantara mereka
c.       Kontak antara kelompok dengan kelompok.
Contoh: cerdas cermat antar sekolah setingkat SD.
Ø  Berdasarkan sifatnya, kontak sosial dibedakan:
a.       Kontak positif, yaitu kontak yang mengarah pada suatu kerjasama.
Contoh: dua remaja yang berlainan jenis saling memandang dan saling senyum, kemudian berkenalan.
b.      Kontak negatif, yaitu kontak yang mengarah pada suatu pertentangan, bahkan berakibat memutuskan interaksi.
Contoh: perang Iran-Irak.

Komunikasi
Komunikasi adalah tindakan menyampaikan pesan, berita, pengetahuan, buah pikiran atau nilai-nilai untuk menggugah orang lain memberikan tafsiran dan mewujudkannya dalam tindakan.
Ada dua istilah dalam proses komunikasi. Orang yang menyampaikan komunikasi disebut komunikator dan orang yang menerima komunikasi disebut komunikan.
Ada lima unsur pokok dalam komunikasi. Kelima unsur tersebut adalah sebagai berikut :
(1)   Komunikator, yaitu orang yang menyampaikan pesan, perasaan, atau pikiran kepada pihak lain.
(2)   Komunikan, yaitu orang atau sekelompok orang yang dikirimi pesan, pikiran, atau perasaan.
(3)   Pesan, yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat berupa informasi, instruksi, dan perasaan.
(4)   Media, yaitu alat untuk menyampaikan pesan. Media komunikasi dapat berupa lisan, tulisan, gambar, dan film.
(5)   Efek (feed-back), perubahan yang diharapkan terjadi pada komunikan setelah mendapat pesan dari komunikator.
Ada tiga tahap penting dalam proses komunikasi. Ketiga tahap tersebut sebagai berikut :
(1)   Encoding, berupa gagasan atau program yang akan dikomunikasikan, diwujudkan dalam kalimat atau gambar. Komunikator harus memilih kata, istilah, kalimat atau gambar yang tepat yang mudah dipahami oleh komunikan.
(2)   Penyampaian, berupa istilah atau gagasan yang sudah diwujudkan dalam bentuk kalimat atau gambar yang akan disampaikan. Penyampaian dapat berupa tulisan, lisan, atau keduanya.
(3)   Decoding, tahap proses pencernaan dan memahami kalimat serta gambar yang diterima menurut pengalaman yang dimiliki.
Dilihat dari sifatnya ada 2 macam komunikasi, yakni:
(1)   Komunikasi positif, apabila pihak-pihak yang berkomunikasi dapat saling memahami atau mengerti pesan yang disampaikan.
(2)   Komunikasi negatif, apabila pesan yang disampaikan tidak bisa dipahami oleh penerima pesan (komunikan).
Sedangkan bila dilihat dari sistemnya, komunikasi dapat dibedakan menjadi:
(1)   Komunikasi langsung, contoh: ceramah, diskusi.
(2)   Komunikasi tidak langsung, contoh: surat menyurat, radio, telepon.
(3)   Komunikasi melalui perantara (seseorang), contoh: si A minta tolong pada si B, supaya dapat diperkenalkan dengan si C.
Kontak sosial lebih menekankan seseorang atau kelompok yang berinteraksi.Sedang komunikasi lebih menekankan pada bagaimana pesan itu diproses.
Di dalam interaksi sosial terdapat macam tingkat hubungan yaitu:
(1)   Tingkat hubungan interaksi yang dangkal, yaitu jika hubungan berlangsung pada waktu-waktu tertentu saja dan tidak bersifat kesinambungan.
Contoh: hubungan antara pedagang dan pembeli di pasar.
(2)   Tingkat hubungan interaksi yang dalam, yaitu jika interaksi itu berjalan secara terus menerus dalam waktu tidak terbatas dan pihak yang berhubungan itu saling mempengaruhi serta mempunyai tujuan tertentu, sehingga hubungan antar individu/kelompok terus berkesinambungan.
Contoh:
·            Hubungan anak dengan orang tua.
·            Hubungan siswa dengan guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar