Kelebihan dan kelemahan dalam karya ilmiah ditentukan oleh metode yang digunakan.Dalam penelitian ilmiah, pengertian metode berbeda dengan metodologi.Metode merupakan pelaksanaan teknis dari metode penelitian, sedangkan metodologi merupakan pembahasan konsep berbagai metode.
Ada beberapa pendekatan dalam sosiologi untuk melihat dan menelaah masalah kemasyarakatan.Menurut Paul B. Horton, teknik penelitian dalam sosiologiuntuk menelaah masalah kemasyarakatan dibedakan sebagai berikut :
- Cross-sectional Studiesdan LongitudinalStudies serta Ex-post Facto Studies.
- Ekperimen laboratorium dan eksperimen lapangan
- Penelitian pengamatan.
Cross-sectional Studies adalah suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas
dan dalam suatu jangka waktu tertentu.Contoh, penelitian tentang perilaku warga
di Jakarta setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Longitudinal studies adalah suatu studi yang berlangsung sepanjang
waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan
sebelum dan sesudahnya.Contoh, penelitian tentang efektivitas program KB dalam
meningkatkan kesejahteraann keluarga. Sedangkan Ex-post Facto Studies adalah metode yang berusaha menelaah faktor-faktor awal atau masalah masa
lalu yang dianggap sebagai penyebab dari situasi yang terjadi saat ini.Contoh,
penelitian tentang ketidakharmonisan dalam keluarga sebagai penyebab kenakalan
remaja.
Penelitian eksperimen laboratorium
menempatkan sejumlah orang di dalam suatu tempat “laboratorium” yang kemudian
diberikan suatu pengalaman sesuai dengan yang diinginkan peneliti, kemudian
dicatat dan ditarik kesimpulan-kesimpulan.Sedangkan penelitian eksperimen
lapangan adalah pengamatan yang dilakukan di luar laboratorium dimana peneliti
memberikan pengalaman-pengalaman baru pada obyek secara umum, kemudian diamati
hasilnya.
Penelitian pengamatan hampir sama dengan eksperimen, namun dalam
penelitian ini peneliti tidak mempengaruhi terjadinya suatu kejadian.
Dalam mempelajari tentang masyarakat, sosiologi mempunyai cara kerja atau metode. Ada dua cara kerja atau metode yang digunakan dalam sosiologi, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.
1)
Metode
Kualitatif.
Metode ini lebih mengutamakan segi
kualitas data dan dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur
dengan angka atau ukuran matematis.Metode penelitian kualitatif mengumpulkan
data deskriptif (kata-kata, gambar), bukan angka-angka.
Dalam penelitian ilmiah termasuk penelitian
sosiologi, metode kualitatif, terbagi atas :
a. Metode Historis, yaitu metode
pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk
merumuskan prinsip-prinsip umum.
b. Metode Komparatif, yaitu metode pengamatan
dengan membandingkan antara bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya
untuk mendapatkan perbedaan dan persamaan.
c. Metode Studi Kasus, yaitu suatu
metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat,
lembaga-lembaga maupun individu-individu.
2)
Metode
Kuantitaif.
Dalam metode ini bersifat
mengumpulkan data yang dapat diukur dengan angka, seperti besarnya penghasilan,
frekwensi perilaku.Pengukurannya dapat menggunakan skala, tabel, indeks dan formula.Metode
penelitian yang termasuk dalam metode kuantitatif adalah sebagai berikut.
(1) Metode statistik, bertujuan
menjelaskan gejala-gejala sosial secara sistematis.
(2) Metode sosiometri, menggunakan skala
dan angka-angka untuk mempelajari hubungan antar manusia dalam masyarakat.
Secara umum, kegiatan penelitian berlangsung dalam lima tahap yang berurutan sebagai berikut :
1)
Perumusan
pokok permasalahan atau rumusan masalah dalam penelitian.
2)
Memberikan
gambaran tentang bagaimana memecahkan masalah tersebut dengan dasar pengetahuan
peneliti (mengajukan hipotesis atau kesimpulan sementara)
3)
Menentukan
sumber data dan instrument pengumpulan data yang akan digunakan (angket,
wawancara, observasi, ataupun studi kepustakaan).
4)
Melakukan
pengumpulan dan pengolahan data, kemudian menarik kesimpulan.
5)
Melaporkan
hasil penelitian agar diketahui masyarakat umum.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar