Jumat, 26 Januari 2018

Teori Sosiologi Modern



Teori Sosiologi Modern dibagi menjadi 4(empat):
NO
TEORI
TOKOH
PEMIKIRAN
CONTOH APLIKASI
1
Teori Pertukaran Sosial
George Homans
·      Semua tindakan yang dilakukan oleh seseorang, makin sering satu bentuk tindakan tertentu memperoleh imbalan, makin cenderung orang tersebut menampilkan tindakan tertentu tadI
·      perilaku seseorang dimunculkan karena berdasarkan perhitungannya, akan menguntungkan bagi dirinya, demikian pula sebaliknya jika merugikan maka perilaku tersebut tidak ditampilkan.
pola-pola perilaku  di tempat kerja, percintaan, perkawinan, persahabatan, dll.
2
Teori Struktural Fungsional
Emile Durkheim, Talcot Parson
·      masyarakat adalah sebuah kesatuan dimana di dalamnya terdapat bagian – bagian yang dibedakan. Bagian-bagian dari sistem tersebut mempunyai fungsi masing – masing yang membuat sistem menjadi seimbang
·      masyarakat dapat mempertahankan integritas dan koherensinya di masa modern, ketika hal-hal seperti latar belakang keagamaan dan etnik bersama tidak ada lagi.
·      Talcot Parson: ada empat fungsi penting yang mutlak dibutuhkan bagi semua system social, meliputi adaptasi (A), pencapaian tujuan atau goal attainment (G), integrasi (I), dan Latensi (L). empat fungsi tersebut wajib dimiliki oleh semua sistem agar tetap bertahan (survive)
Perubahan sosial, ikatan primordialisme dan etnosentrisme
3
Teori Konflik
Thomas Hobbes, Karl Marx, Ralf Dahrendorf
·      Thomas Hobbes: homo homini lupus. Agar terjadi integrasi dalam masyarakat harus ada KONTRAK SOSIAL
·      Karl Marx: pertentangan kaum borjuis dan proletar. Motif ekonomi mendasari konflik.
·      Ralf Dahrendorf: semua sistem sosial itu dikoordinasi secara imperatif. Dalam hal ini, koordinasi yang mengharuskan adanya otoritas merupakan sesuatu yang sangat esensial sebagai suatu yang mendasari semua organisasi sosial. Berkenaan dengan hal tersebut maka dalam suatu sistem sosial mengharuskan adanya otoritas, dan relasi-relasi kekuasaan yang menyangkut pihak atasan dan bawahan akan menyebabkan timbulnya kelas. Dengan demikian maka tampaklah bahwa ada pembagian yang jelas antara pihak yang berkuasa dengan pihak yang dikuasai. Konflik terjadi antara pihak yang berkuasa dan pihak yang dikuasai
Demo buruh, konflik antar partai, konflik angkutan berbasis aplikasi dan angkot
4
Interaksionisme Simbolik
George Herbert Mead
·      orang bertindak berdasarkan makna simbolik yang muncul dalam sebuah situasi tertentu. Simbol adalah representasi dari sebuah fenomena, dimana simbol sebelumnya sudah disepakati bersama dalam sebuah kelompok dan digunakan untuk mencapai sebuah kesamaan makna bersama.
·      Simbol dibedakan menjadi dua, yakni:
1.       Simbol verbal (penggunaan kata-kata atau bahasa, contohnya kata ‘motor’ itu merepresentasikan tentang sebuah kendaraan beroda 2).
2.       Simbol nonverbal (lebih menekankan pada bahasa tubuh atau bahasa isyarat) contoh: lambaian tangan, anggukan kepala, gelengan kepala. Semua itu tadi mempunyai makna sendiri-sendiri yang dapat dipahami oleh individu-individu
Komunikasi, sosialisasi, kiriman bunga di balai kota untuk Ahok.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar