AYO BERKENALAN DENGAN SOSIOLOGI!
A.
Konsep Sosiologi
1.
Pengertian
Sosiologi
Secara etimologi berasal dari kata Socius dan Logos.Socius, dari
bahasa Latin yang artinya teman, kawan, sedangkan Logos dari bahasa Yunani yang artinya perkataan/pembicaraan.
Arti harfiah sosiologi adalah
pembicaraan, memperbincangkan teman pergaulan.Pengertian tersebut diperluas
menjadi ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia atau masyarakat.
Secara umum, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang masyarakat dalam keseluruhan dan hubungan antara
orang-orang di dalamnya.
Pengertian Sosiologi menurut Para Ahli
Pitrim A. Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:
a.
Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam
gejala-gejala sosial, misalnya: gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan
moral; hukum dengan ekonomi; gerak masyarakat dengan politik.
b.
Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial
dengan non sosial; misalnya: gejala geografis, biologis.
c.
Ciri-ciri semua jenis gejala sosial.
Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara
manusia dengan kelompoknya.
J.A.A. Van Doorn dan Lammer
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur serta
proses kemasyarakatan yang sifatnya stabil.
Emile Durkheim
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial,
yaitu fakta-fakta yang berisikan cara berpikir, bertindak dan berperasaan yang
ada di luar individu. Fakta-fakta tersebut mempunyai kekuatan untuk
mengendalikan individu.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari
struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan-perubahan sosial.
Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan sosial.
Dari definisi dikemukakan para
sosiolog atas,dapat
ditarik kesimpulan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari jaringan hubungan manusia dalam hidup masyarakat.
2.
Obyek sosiologi
Obyek sosiologi adalah, (1) Masyarakat yang dilihat dari
sudut hubungan antar manusia; (2) Proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa sosiologi mempelajari
hal-hal sebagai berikut:
- 1. Hubungan timbal balik antar individu.
- 2. Hubungan antara individu dengan kelompok.
- 3. Hubungan antara kelompok dengan kelompok.
- 4. Sifat-sifat dari kelompok sosial yang bermacam-macam corak.
Bila obyek sosiologi
adalah masyarakat, maka apa yang dimaksud dengan masyarakat itu?
Beberapa
sarjana telah mencoba untuk memberikan definisi masyarakat, antara lain:
- Mac Iver dan Page: masyarakat ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan dari pengawasan tingkah laku serta kebiasaan-kebiasaan manusia. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial dan selalu berubah
- Ralph Linton:masyarakat adalah kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka sebagai suatu kesatuan dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.
- Selo Soemardjan:menyatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan.
- J.L. Gillin dan J.P. Gillin:masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang terikat oleh suatu tata cara (sistem). Kebiasaan atau adat istiadat tertentu yang dianut oleh anggota-anggotanya.
Walaupun definisi masyarakat tersebut
berbeda antara para sarjana, akan tetapi pada dasarnya isinya sama yaitu masyarakat yang
mencakup beberapa unsur, sebagai berikut:
1.
Manusia yang hidup bersama.
Manusia semenjak dilahirkan sudah mempunyai naluri untuk
hidup berkawan (social animal) dan
memiliki naluri untuk selalu hidup dengan orang lain (gregoriousness). Aristoteles mengatakan manusia
adalah makhluk sosial, yaitu manusia yang selalu berhubungan, bekerjasama, dan
berkomunikasi dengan manusia lainnya (zoon
politicon).
2.
Bercampur untuk waktu yang cukup lama, maka ini akan timbul
manusia-manusia baru sekaligus timbulnya sistem komunikasi, peraturan-peraturan
yang mengatur hubungan antar manusia dalam kelompok tertentu.
3.
Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan.
4.
Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama yang menimbulkan
kebudayaan, oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu
dengan yang lainnya.
Contoh, keluarga
merupakan salah satu contoh masyarakat paling kecil yang terdiri dari ayah, ibu
dan anak. Antara suami, istri dan anak ada interaksi yang mengatur hubungan
ketiganya. Dalam keluarga ada pembagian tugas antara suami, istri dan anak yang
dilakukan menurut adat-istiadat setempat. Selain itu, baik suami, istri dan
anak ada kontinuitas dalam berinteraksi dalam waktu yang relatif lama.
Manusia pada dasarnya
mempunyai dua hasrat yang kuat dalam dirinya, yakni sebagai
berikut.
- Keinginan untuk menjadi satu dengan sesamanya atau manusia lain di sekelilingnya.
- Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alam sekelilingnya.
Untuk menyesuaikan diri
dengan kedua lingkungan tersebut manusia mempergunakan pikiran, perasaan, dan
kehendaknya.
Dengan demikian masyarakat
merupakan wadah untuk memenuhi pelbagaikepentingan dan kebutuhan
agar dapat
bertahan hidup.
Kebutuhan-kebutuhan itu
adalah, sebagai berikut:
a.
Adanya Populasi (tingkat pertumbuhan penduduk)
Fungsinya:
(1)
Untuk meneruskan keturunan
(2)
Untuk tenaga pembangunan
(3)
Untuk kepentingan nasional
b.
Informasi
Ini berfungsi untuk:
(1)
Meningkatkan ilmu pengetahuan masyarakat/manusia
(2)
Mengarahkan secara konstruktif untuk pembangunan
(3)
Untuk menggalang kerjasama
c.
Energi
Ini dipergunakan untuk melaksanakan seluruh aktivitas
manusia.
d.
Materi
Ini dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas.
e.
Sistem Komunikasi
Ini diperlukan untuk:
(1)
Menjalin kerjasama
(2)
Mempercepat penyebaran informasi
f.
Sistem Distribusi
Ini dipergunakan supaya kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam
masyarakat tersebut merata di tengah-tengah masyarakat untuk mencapai
masyarakat adil dan makmur.
g.
Sistem Organisasi Sosial
Ini dipergunakan oleh masyarakat untuk menyalurkan inspirasi
dan aspirasi rakyat.
h.
Sistem Pengendalian Sosial/Sistem Kontrol Sosial
Ini mempunyai peranan yang sangat besar untuk menjaga keamanan
dan ketertiban dalam masyarakat.
i.
Perlindungan warga masyarakat terhadap ancaman-ancaman yang
tertuju pada jiwa dan harta bendanya.
Tujuan
sosiologi adalah meningkatkan daya atau kemampuan manusia dalam menyesuaikan
diri dengan lingkungan hidupnya. Caranya dengan mengembangkan pengetahuan yang
obyektif mengenai gejala-gejala kemasyarakatan yang dapat dimanfaatkan secara
efektif untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Contoh, jika seorang
memasarkan suatu produk baru ke suatu masyarakat tertentu sudah selayaknya ia
mempelajari dahulu sifat dan karakter masyarakat tersebut.
B. Ciri-Ciri dan Hakekat Sosiologi
a.
Ciri-ciri
Sosiologi
Tidak semua pengetahuan (knowledge) merupakan ilmu pengetahuan.Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang
diperoleh hasil penggunaan pancaindra manusia. Pengetahuan bertujuan untuk
memperoleh kepastian dan menghilangkan prasangka-prasangka, seperti kepercayaan
takhayul dan informasi-informasi yang keliru.
Hanya pengetahuan yang tersusun secara sistematis, dengan
menggunakan kekuatan pemikiran, selalu dapat diperiksa secara kritis oleh
setiap orang yang ingin mengetahuinya dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan (sciences). Sistematis berarti ada
urutan-urutan tertentu yang dapat memberikan garis besar apa yang ada dalam
sebuah pengetahuan.Dengan demikian ilmu pengetahuan memiliki beberapa unsur
pokok yang merupakan satu kebulatan.Unsur-unsur pokok tersebut adalah
pengetahuan (knowledge), tersusun
secara sistematis, menggunakan pemikiran (logika),
dan dapat diselidiki secara kritis oleh orang lain (obyektif).
Apakah sosiologi merupakan ilmu pengetahuan? Sosiologi dikategorikan
sebagai ilmu pengetahuan haruslah memenuhi ciri-ciri,berikut ini:
1) Sosiolog bersifat empiris,
yaitu didasarkan pada observasi dan akal budi serta hasilnya tidak bersifat spekulatif
atau mengira-ngira. Intinya, sosiologi itu didasarkan pada pengamatan dan
penalaran, serta dihubungkan dengan dapat diuji dengan fakta. Contoh, maraknya
anak jalanan (anjal) yang berprofesi sebagai pengamen dan pedagang asongan yang
sering kita jumpai di traffic light
(dapat diamati dengan pancaindra). Kehadiran mereka sebagai akibat dari masalah
ekonomi keluarga dan rendahnya pendidikan.
2) Sosiologi bersifat teoritis,
yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi atau pengamatan.
Abstraksi merupakan kerangka unsur-unsur yang tersusun secara logis dan
bertujuan menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat). Dari contoh anak
jalanan di atas dapat dilihat adanya hubungan sebab akibat, yakni terbentuknya
anak jalanan (anjal) sebagai akibat terbenturnya masalah ekonomi keluarga dan
rendahnya pendidikan.
3) Sosiologi bersifat kumulatif,
yakni teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah ada, kemudian
diperbaiki, diperluas, dan diperhalus dari teori-teori yang lama. Dari contoh
anak jalanan di atas, terlihat teori-teori yang digunakan adalah teori yang
sudah ada yakni keluarga dan pendidikan.
4) Sosiologi bersifat non
ethis, artinya tidak mempersoalkan baik/buruk suatu fakta tetapi untuk
menjelaskan fakta tersebut secara analitis atau melalui penyelidikan terhadap
suatu peristiwa.Dari contoh di atas, keberadaan anak jalanan tidak dapat
dikatakan buruk dalam analisanya, tetapi sosiologi menjelaskan tentang keberadaan
anak jalanan beserta sebab-sebabnya.
Dari
ciri-ciri tersebut menjelaskan bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan
mempelajari gejala-gejala sosial, mengumpulkan fakta-fakta dengan cara yang
efektif, guna menghasilkan pengetahuan lain.
b. Hakekat Sosiologi
Soerjono Soekanto, dalam buku Sosiologi Suatu Pengantar, menyatakan
bahwa sosiologi memiliki sifat-sifat dasar sebagai ilmu pengetahuan. Adapun hakekat
Sosiologi, sebagai
berikut.
1) Sosiologi adalah suatu
ilmu sosial dan
bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.
2) Sosiologi bukan merupakan
ilmu yang normatif, melainkan ilmu yang kategoris, artinya membatasi diri pada
kejadian dewasa ini, bukan pada apa yang
terjadi atau seharusnya terjadi.
3) Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan
murni (pure science) dan bukan
merupakan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (applied science). Ilmu pengetahuan murni merupakan pencarian akan
adanya pengetahuan, sedangkan penggunaan praktisnya tidak diutamakan.
Sebaliknya ilmu pengetahuan terapan adalah pencarian metode-metode untuk
mempergunakan pengetahuan ilmiah guna memecahkan pengetahuan praktis.
4) Sosiologi meerupakan ilmu
pengetahuan yang abstrak, bukan ilmu pengetahuan yang konkrit, artinya dalam
sosiologi yang diperlihatkan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam
masyarakat.
5) Sosiologi bertujuan
menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum interaksi antar manusia.
6) Sosiologi merupakan ilmu
pengetahuan yang empiris dan rasional, karena sesuai dengan metode yang
digunakan dalam sosiologi itu sendiri.
7) Sosiologi merupakan ilmu
pengetahuan yang umum dan bukan ilmu pengetahuan yang khusus, artinya sosiologi
mempelajari gejala umum yang ada pada setiap interaksi antar manusia.
Tujuan Sosiologi.
Meningkatkan
daya atau kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan
hidupnya.Caranya adalah dengan mengembangkan pengetahuan yang obyektif mengenai
gejala-gejala kemasyarakatan yang dapat dimanfaatkan secara efektif terhadap
problem sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar