Selasa, 15 Agustus 2017

SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU TENTANG MASYARAKAT



AYO BERKENALAN DENGAN SOSIOLOGI!
 
A.       Konsep Sosiologi
1.         Pengertian Sosiologi
Secara etimologi berasal dari kata Socius dan Logos.Socius, dari bahasa Latin yang artinya teman, kawan, sedangkan Logos dari bahasa Yunani yang artinya perkataan/pembicaraan.
Arti harfiah sosiologi adalah pembicaraan, memperbincangkan teman pergaulan.Pengertian tersebut diperluas menjadi ilmu pengetahuan tentang pergaulan hidup manusia atau masyarakat.
Secara umum, sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masyarakat dalam keseluruhan dan hubungan antara orang-orang di dalamnya.

Pengertian Sosiologi menurut Para Ahli

Pitrim A. Sorokin
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari:
a.       Hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala-gejala sosial, misalnya: gejala ekonomi dengan agama; keluarga dengan moral; hukum dengan ekonomi; gerak masyarakat dengan politik.
b.      Hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan non sosial; misalnya: gejala geografis, biologis.
c.       Ciri-ciri semua jenis gejala sosial.

Roucek dan Warren
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompoknya.
J.A.A. Van Doorn dan Lammer
Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur serta proses kemasyarakatan yang sifatnya stabil.
Emile Durkheim
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yaitu fakta-fakta yang berisikan cara berpikir, bertindak dan berperasaan yang ada di luar individu. Fakta-fakta tersebut mempunyai kekuatan untuk mengendalikan individu.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
Sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan-perubahan sosial.
Max Weber
Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tindakan sosial.
Dari definisi dikemukakan para sosiolog atas,dapat ditarik kesimpulan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari jaringan hubungan manusia dalam hidup masyarakat.

2.      Obyek sosiologi
Obyek sosiologi adalah, (1) Masyarakat yang dilihat dari sudut hubungan antar manusia; (2) Proses yang timbul dari hubungan manusia di dalam masyarakat.
Dengan demikian dapat dijelaskan bahwa sosiologi mempelajari hal-hal sebagai berikut:

  • 1.      Hubungan timbal balik antar individu.
  • 2.      Hubungan antara individu dengan kelompok.
  • 3.      Hubungan antara kelompok dengan kelompok.
  • 4.      Sifat-sifat dari kelompok sosial yang bermacam-macam corak.

Bila obyek sosiologi adalah masyarakat, maka apa yang dimaksud dengan masyarakat itu?
Beberapa sarjana telah mencoba untuk memberikan definisi masyarakat, antara lain:

  1. Mac Iver dan Page: masyarakat ialah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok dan penggolongan dari pengawasan tingkah laku serta kebiasaan-kebiasaan manusia. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosial dan selalu berubah 
  2. Ralph Linton:masyarakat adalah kelompok manusia yang telah hidup dan bekerja bersama cukup lama sehingga mereka dapat mengatur diri mereka sebagai suatu kesatuan dengan batas-batas yang dirumuskan dengan jelas.
  3. Selo Soemardjan:menyatakan bahwa masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama, yang menghasilkan kebudayaan.
  4. J.L. Gillin dan J.P. Gillin:masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang terikat oleh suatu tata cara (sistem). Kebiasaan atau adat istiadat tertentu yang dianut oleh anggota-anggotanya.

Walaupun definisi masyarakat tersebut berbeda antara para sarjana, akan tetapi pada dasarnya isinya sama yaitu masyarakat yang mencakup beberapa unsur, sebagai berikut:
1.      Manusia yang hidup bersama.
Manusia semenjak dilahirkan sudah mempunyai naluri untuk hidup berkawan (social animal) dan memiliki naluri untuk selalu hidup dengan orang lain (gregoriousness). Aristoteles mengatakan manusia adalah makhluk sosial, yaitu manusia yang selalu berhubungan, bekerjasama, dan berkomunikasi dengan manusia lainnya (zoon politicon).
2.      Bercampur untuk waktu yang cukup lama, maka ini akan timbul manusia-manusia baru sekaligus timbulnya sistem komunikasi, peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia dalam kelompok tertentu.
3.      Mereka sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan.
4.      Mereka merupakan suatu sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan, oleh karena setiap anggota kelompok merasa dirinya terikat satu dengan yang lainnya.
Contoh, keluarga merupakan salah satu contoh masyarakat paling kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan anak. Antara suami, istri dan anak ada interaksi yang mengatur hubungan ketiganya. Dalam keluarga ada pembagian tugas antara suami, istri dan anak yang dilakukan menurut adat-istiadat setempat. Selain itu, baik suami, istri dan anak ada kontinuitas dalam berinteraksi dalam waktu yang relatif lama.

Manusia pada dasarnya mempunyai dua hasrat yang kuat dalam dirinya, yakni sebagai berikut.

  1. Keinginan untuk menjadi satu dengan sesamanya atau manusia lain di sekelilingnya.
  2. Keinginan untuk menjadi satu dengan lingkungan alam sekelilingnya.

Untuk menyesuaikan diri dengan kedua lingkungan tersebut manusia mempergunakan pikiran, perasaan, dan kehendaknya.
Dengan demikian masyarakat merupakan wadah untuk memenuhi pelbagaikepentingan dan kebutuhan agar dapat bertahan hidup.
Kebutuhan-kebutuhan itu adalah, sebagai berikut:
a.       Adanya Populasi (tingkat pertumbuhan penduduk)
Fungsinya:
(1)   Untuk meneruskan keturunan
(2)   Untuk tenaga pembangunan
(3)   Untuk kepentingan nasional
b.      Informasi
Ini berfungsi untuk:
(1)   Meningkatkan ilmu pengetahuan masyarakat/manusia
(2)   Mengarahkan secara konstruktif untuk pembangunan
(3)   Untuk menggalang kerjasama
c.       Energi
Ini dipergunakan untuk melaksanakan seluruh aktivitas manusia.
d.      Materi
Ini dipergunakan untuk meningkatkan produktivitas.
e.       Sistem Komunikasi
Ini diperlukan untuk:
(1)   Menjalin kerjasama
(2)   Mempercepat penyebaran informasi
f.       Sistem Distribusi
Ini dipergunakan supaya kebutuhan-kebutuhan yang ada dalam masyarakat tersebut merata di tengah-tengah masyarakat untuk mencapai masyarakat adil dan makmur.
g.       Sistem Organisasi Sosial
Ini dipergunakan oleh masyarakat untuk menyalurkan inspirasi dan aspirasi rakyat.
h.      Sistem Pengendalian Sosial/Sistem Kontrol Sosial
Ini mempunyai peranan yang sangat besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam masyarakat.
i.        Perlindungan warga masyarakat terhadap ancaman-ancaman yang tertuju pada jiwa dan harta bendanya.
Tujuan sosiologi adalah meningkatkan daya atau kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya. Caranya dengan mengembangkan pengetahuan yang obyektif mengenai gejala-gejala kemasyarakatan yang dapat dimanfaatkan secara efektif untuk memecahkan masalah-masalah sosial. Contoh, jika seorang memasarkan suatu produk baru ke suatu masyarakat tertentu sudah selayaknya ia mempelajari dahulu sifat dan karakter masyarakat tersebut.


B. Ciri-Ciri dan Hakekat Sosiologi
a.      Ciri-ciri Sosiologi
Tidak semua pengetahuan (knowledge) merupakan ilmu pengetahuan.Pengetahuan (knowledge) adalah segala sesuatu yang diperoleh hasil penggunaan pancaindra manusia. Pengetahuan bertujuan untuk memperoleh kepastian dan menghilangkan prasangka-prasangka, seperti kepercayaan takhayul dan informasi-informasi yang keliru. 
Hanya pengetahuan yang tersusun secara sistematis, dengan menggunakan kekuatan pemikiran, selalu dapat diperiksa secara kritis oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan (sciences). Sistematis berarti ada urutan-urutan tertentu yang dapat memberikan garis besar apa yang ada dalam sebuah pengetahuan.Dengan demikian ilmu pengetahuan memiliki beberapa unsur pokok yang merupakan satu kebulatan.Unsur-unsur pokok tersebut adalah pengetahuan (knowledge), tersusun secara sistematis, menggunakan pemikiran (logika), dan dapat diselidiki secara kritis oleh orang lain (obyektif).
Apakah sosiologi merupakan ilmu pengetahuan? Sosiologi dikategorikan sebagai ilmu pengetahuan haruslah memenuhi ciri-ciri,berikut ini:
1)   Sosiolog bersifat empiris, yaitu didasarkan pada observasi dan akal budi serta hasilnya tidak bersifat spekulatif atau mengira-ngira. Intinya, sosiologi itu didasarkan pada pengamatan dan penalaran, serta dihubungkan dengan dapat diuji dengan fakta. Contoh, maraknya anak jalanan (anjal) yang berprofesi sebagai pengamen dan pedagang asongan yang sering kita jumpai di traffic light (dapat diamati dengan pancaindra). Kehadiran mereka sebagai akibat dari masalah ekonomi keluarga dan rendahnya pendidikan.
2)     Sosiologi bersifat teoritis, yaitu selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi atau pengamatan. Abstraksi merupakan kerangka unsur-unsur yang tersusun secara logis dan bertujuan menjelaskan hubungan kausalitas (sebab akibat). Dari contoh anak jalanan di atas dapat dilihat adanya hubungan sebab akibat, yakni terbentuknya anak jalanan (anjal) sebagai akibat terbenturnya masalah ekonomi keluarga dan rendahnya pendidikan.
3)  Sosiologi bersifat kumulatif, yakni teori-teori sosiologi dibentuk berdasarkan teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki, diperluas, dan diperhalus dari teori-teori yang lama. Dari contoh anak jalanan di atas, terlihat teori-teori yang digunakan adalah teori yang sudah ada yakni keluarga dan pendidikan.
4)      Sosiologi bersifat non ethis, artinya tidak mempersoalkan baik/buruk suatu fakta tetapi untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis atau melalui penyelidikan terhadap suatu peristiwa.Dari contoh di atas, keberadaan anak jalanan tidak dapat dikatakan buruk dalam analisanya, tetapi sosiologi menjelaskan tentang keberadaan anak jalanan beserta sebab-sebabnya.
Dari ciri-ciri tersebut menjelaskan bahwa sosiologi sebagai ilmu pengetahuan mempelajari gejala-gejala sosial, mengumpulkan fakta-fakta dengan cara yang efektif, guna menghasilkan pengetahuan lain.

b.      Hakekat Sosiologi
Soerjono Soekanto, dalam buku Sosiologi Suatu Pengantar, menyatakan bahwa sosiologi memiliki sifat-sifat dasar sebagai ilmu pengetahuan. Adapun hakekat Sosiologi, sebagai berikut.
1)   Sosiologi adalah suatu ilmu sosial dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.
2)   Sosiologi bukan merupakan ilmu yang normatif, melainkan ilmu yang kategoris, artinya membatasi diri pada kejadian dewasa ini, bukan pada  apa yang terjadi atau seharusnya terjadi.
3)  Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan atau terpakai (applied science). Ilmu pengetahuan murni merupakan pencarian akan adanya pengetahuan, sedangkan penggunaan praktisnya tidak diutamakan. Sebaliknya ilmu pengetahuan terapan adalah pencarian metode-metode untuk mempergunakan pengetahuan ilmiah guna memecahkan pengetahuan praktis.
4)   Sosiologi meerupakan ilmu pengetahuan yang abstrak, bukan ilmu pengetahuan yang konkrit, artinya dalam sosiologi yang diperlihatkan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat.
5)      Sosiologi bertujuan menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum interaksi antar manusia.
6)   Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional, karena sesuai dengan metode yang digunakan dalam sosiologi itu sendiri.
7)   Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan ilmu pengetahuan yang khusus, artinya sosiologi mempelajari gejala umum yang ada pada setiap interaksi antar manusia.

Tujuan Sosiologi.
Meningkatkan daya atau kemampuan manusia dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan hidupnya.Caranya adalah dengan mengembangkan pengetahuan yang obyektif mengenai gejala-gejala kemasyarakatan yang dapat dimanfaatkan secara efektif terhadap problem sosial.
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar