Selasa, 03 Oktober 2017

PENELITIAN SOSIAL



PENELITIAN SOSIAL
A.    Pengertian
Setiap menemukan suatu masalah sosial yang menarik perhatian, selalu ada keinginan untuk ingin tahu dan berusaha mencari jawabannya. Keingintahuan ini mendorong setiap orang untuk melakukan penelitian.
Penelitian adalah usaha untuk menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran pengetahuan dengan dengan menggunakan metode ilmiah. 
Beberapa pengertian penelitian menurut beberapa ahli.
Soetrisno Hadi, penelitian adalah usaha menemukan sesuatu untuk mengisi kekosongan atau kekurangan; mengembangkan dan memperluas serta menggali lebih dalam apa yang telah ada, serta menguji kebenaran terhadap apa yang sudah ada tetapi masih diragukan kebenarannya.
Marzuki, penelitian adalah suatu usaha untuk mengumpulkan, mencari dan menganalisa fakta-fakta mengenai suatu masalah.
Kemudian, apa penelitian sosial? Menurut Arifin, penelitian sosial adalah penelitian yang mengambil obyek telaahan gejala-gejala sosial (social phenomena) atau kenyataan-kenyataan sosial (social fact). Gejala-gejala atau kenyataan sosial yang dimaksud seperti kemiskinan, keterbelakangan, kenakalan remaja, gaya hidup, motivasi kerja, lapisan sosial, persaingan, konflik, kejahatan, prestasi belajar, kegotong-royongan, dan kebiasaan hidup sehari-hari.
Obyek penelitian sosial : - manusia dan perilakunya
                                       - fenomena/gejala sosial      
Fungsi penelitian :
1.      Untuk menemukan sesuatu yang belum pernah ada sehingga dapat mengisi kekosongan suatu ilmu pengetahuan.(eksploratif)
2.      Untuk menguji kebenaran dari suatu pengetahuan yang pernah ada.(verifikatif)
3.      Untuk mengembangkan pengetahuan yang sudah ada. (developmental)

B.     Jenis-Jenis Penelitian Sosial
1.     Menurut Cara Pemberian Informasi
1)      Penelitian deskriptif, adalah penelitian yang membeberkan atau menjelaskan ciri-ciri suatu gejala.Hasil akhir dari penelitian biasanya berupa deskripsi tekstual, tipologi atau pola-pola mengenai fenomena yang sedang dibahas.
2)      Penelitian kausalitas, adalah penelitian yang menentukan secara konkrit variabel yang menjadi penyebab atas suatu gejala. Dalam penelitian ini lebih menekankan mana yang dianggap sebagai variabel bebas dan mana yang dianggap sebagai variabel tergantung atau terikat.
3)      Penelitian korelasional, adalah penelitian yang menjelaskan keterkaitan antara dua atau lebih variabel. Dalam hal ini kedua variabel baik variabel bebas maupun variabel tergantung mempunyai posisi yang sama.
4)      Penelitian komparatif, adalah penelitian yang berusaha untuk membandingkan antara dua atau lebih variabel. Biasanya ditandai dengan pemberian informasi, ada perbedaan atau tidak ada perbedaan dan tidak jarang disertai dengan penilaian hasil, seperti lebih bermutu, lebih bagus dan sebagainya.
2.     Menurut Jenis Data yang Dikumpulkan
1)      Penelitian Kuantitatif, adalah penelitian yang analisis datanya menggunakan berbagai perhitungan secara matematis. Ciri yang paling menonjol adalah penggunaan angka-angka dan perhitungan statistik untuk memperoleh kesimpulan.
2)      Penelitian Kualitatif, adalah penelitian dengan analisis data yang digunakan berupa simbol-simbol, seperti penjelasan yang lengkap tentang tanggapan-tanggapan, perasaan-perasaan, dan tindakan masyarakat yang diteliti. Dalam penelitian ini yang lebih diutamakan adalah segi kualitas data. Dalam antropologi, penelitian yang demikian ini dinamakan etnografi, sedangkan dalam sosiologi diistilahkan sebagai observasi partisipasi atau verstehen.
3.     Menurut Tempat Pelaksanaan Penelitian
1)      Penelitian laboratorium, adalah penelitian yang diadakan di tempat khusus (laboratorium) untuk mengadakan studi ilmiah. Contoh, penelitian tentang kandungan formalin pada makanan bakso sebagai bahan pengawet.
2)      Penelitian lapangan, adalah penelitian yang dilakukan di tengah-tengah masyarakat tertentu atau di lapangan penelitian. Contoh, penelitian tentang perlaku gaya hidup masyarakat akibat dari tingginya biaya hidup
.
C.    Metode dalam Sosiologi
Kelebihan dan kelemahan dalam karya ilmiah ditentukan oleh metode yang digunakan.Dalam penelitian ilmiah, pengertian metode berbeda dengan metodologi.Metode merupakan pelaksanaan teknis dari metode penelitian, sedangkan metodologi merupakan pembahasan konsep berbagai metode.
Ada beberapa pendekatan dalam sosiologi untuk melihat dan menelaah masalah kemasyarakatan.Menurut Paul B. Horton, teknik penelitian dalam sosiologiuntuk menelaah masalah kemasyarakatan dibedakan sebagai berikut :
1)      Cross-sectional Studies dan Longitudinal Studies serta Ex-post Facto Studies.
Cross-sectional Studies adalah suatu pengamatan yang meliputi suatu daerah yang luas dan dalam suatu jangka waktu tertentu.Contoh, penelitian tentang perilaku warga di Jakarta setelah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).Longitudinal studies adalah suatu studi yang berlangsung sepanjang waktu yang menggambarkan suatu kecenderungan atau serangkaian pengamatan sebelum dan sesudahnya.Contoh, penelitian tentang efektivitas program KB dalam meningkatkan kesejahteraann keluarga.Sedangkan Ex-post Facto Studies adalah metode yang berusaha menelaah factor-faktor awal atau masalah masa lalu yang dianggap sebagai penyebab dari situasi yang terjadi saat ini.Contoh, penelitian tentang ketidakharmonisan dalam keluarga sebagai penyebab kenakalan remaja.
2)      Ekperimen laboratorium dan eksperimen lapangan
Penelitian eksperimen laboratorium menempatkan sejumlah orang di dalam suatu tempat tahu “laboratorium” yang kemudian diberikan suatu pengalaman sesuai dengan yang diinginkan peneliti, kemudian dicatat dan ditarik kesimpulan-kesimpulan.Sedangkan penelitian eksperimen lapangan adalah pengamatan yang dilakukan di luar laboratorium dimana peneliti memberikan pengalaman-pengalaman baru pada obyek secara umum, kemudian diamati hasilnya.
3)      Penelitian pengamatan.
Penelitian pengamatan hampir sama dengan eksperimen, namun dalam penelitian ini peneliti tidak mempengaruhi terjadinya suatu kejadian.
Dalam mempelajari tentang masyarakat, sosiologi mempunyai cara kerja atau metode. Ada dua cara kerja atau metode yang digunakan dalam sosiologi, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif.
1.      Metode Kualitatif.
Metode ini lebih mengutamakan segi kualitas data dan dipakai apabila data hasil penelitian tidak dapat diukur dengan angka atau ukuran matematis.Metode penelitian kualitatif mengumpulkan data deskriptif (kata-kata, gambar) bukan angka-angka.
Dalam penelitian ilmiah termasuk penelitian sosiologi, metode kualitatif, terbagi atas :
a.       Metode Historis, yaitu metode pengamatan yang menganalisis peristiwa-peristiwa dalam masa silam untuk merumuskan prinsip-prinsip umum.
b.      Metode Komparatif, yaitu metode pengamatan dengan membandingkan antara bermacam-macam masyarakat serta bidang-bidangnya untuk mendapatkan perbedaan dan persamaan.
c.       Metode Studi Kasus, yaitu suatu metode pengamatan tentang suatu keadaan, kelompok, masyarakat setempat, lembaga-lembaga maupun individu-individu.
2.      Metode Kuantitatif.
Dalam metode ini bersifat mengumpulkan data yang dapat diukur dengan angka, seperti besarnya penghasilan, frekwensi perilaku.Pengukurannya dapat menggunakan skala, tabel, indeks dan formula. Metode penelitian yang termasuk dalam metode kuantitatif adalah sebagai berikut:
1)      Metode statistik, bertujuan menjelaskan gejala-gejala social secara sistematis.
2)      Metode sosiometri, menggunakan skala dan angka-angka untuk mempelajari hubungan antar manusia dalam masyarakat.
Secara umum, kegiatan penelitian berlangsung dalam lima tahap yang berurutan sebagai berikut :
1)      Perumusan pokok permasalahan atau rumusan masalah dalam penelitian.
2)      Memberikan gambaran tentang bagaimana memecahkan masalah tersebut dengan dasar pengetahuan peneliti (mengajukan hipotesis atau kesimpulan sementara)
3)      Menentukan sumber data dan instrument pengumpulan data yang akan digunakan (angket, wawancara, observasi, ataupun studi kepustakaan).
4)      Melakukan pengumpulan dan pengolahan data, kemudian menarik kesimpulan.
5)      Melaporkan hasil penelitian agar diketahui masyarakat umum.

D.    Rancangan Penelitian Sosial Sederhana


Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian disusun sebelum melakukan penelitian. Sebuah rancangan penelitian digunakan sebagai patokan dalam melakukan penelitian agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan benar dan lancar. Jadi, yang dimaksud dengan rancangan penelitian adalah pokok-pokok perencanaan seluruh penelitian yang tertuang dalam suatu kesatuan naskah secara ringkas, jelas dan utuh.
Sebuah rancangan penelitian sosial yang ilmiah haruslah memenuhi syarat-syarat, sebagai berikut :
1.      Sistematis, artinya unsur-unsur yang ada dalam rancangan penelitian harus tersusun dalam urutan yang logis. Artinya setiap rancangan penelitian memiliki unsur-unsur yang harus terurut, seperti: judul penelitian, diikuti latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan manfaat dan seterusnya.
2.      Konsisten, artinya terdapat kesesuaian diantara unsur-unsur tersebut. Misalnya, antara judul dengan latar belakang memiliki kesesuaian.
3.      Operasional, artinya dapat menjelaskan bagaimana penelitian itu dilakukan di lapangan. Misalnya, bagaimana obyek penelitian dapat diperoleh, bagaimana cara memperoleh sampel.
Rancangan penelitian memiliki manfaat bagi kelancaran suatu penelitian, antara lain sebagai berikut :
1.      Memberikan pegangan yang jelas bagi peneliti dalam melakukan penelitian
2.      Menentukan batas-batas penelitian yang berhubungan dengan tujuan penelitian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar